<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Amane</title>
	<atom:link href="http://amane.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amane.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Amane weblog</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 04:33:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2011/07/23/dewan-perwakilan-rakyat-daerah-dprd-sulsel/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2011/07/23/dewan-perwakilan-rakyat-daerah-dprd-sulsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 04:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amane.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel mensinyalir jembatan timbang di sejumlah ruas jalan utama,rawan pungutan liar. Hal ini lantaran sejumlah kendaraan pengangkut material yang melebihi tonase, bebas ke luar masuk Kota Makassar. Dua jembatan timbang yang disinyalir rawan pungli, yakni Jembatan Timbang Maccopa, Kabupaten Maros, dan jembatan timbang di Kabupaten Gowa. Anggota Komisi D Affandy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amane.blogdetik.com/2011/07/23/dewan-perwakilan-rakyat-daerah-dprd-sulsel/">Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel</a> mensinyalir jembatan timbang di sejumlah ruas jalan utama,rawan pungutan liar. Hal ini lantaran sejumlah kendaraan pengangkut material yang melebihi tonase, bebas ke luar masuk Kota Makassar. Dua jembatan timbang yang disinyalir rawan pungli, yakni Jembatan Timbang Maccopa, Kabupaten Maros, dan jembatan timbang di Kabupaten Gowa. Anggota Komisi D Affandy Agusman mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, sejumlah tempat yang berada di bawah tanggung jawab Dishub, khususnya jembatan timbang, dinilai sangat rawan pungli.</p>
<p>“Kami mensinyalir ada pungli di jembatan timbang, seperti di Maccopa (Maros) dan Gowa. Indikasi ini terlihat dari kendaraan yang kelebihan kapasitas masih bisa masuk dalam kota,” paparnya di DPRD Sulsel, kemarin. Atas dugaan itu, pihaknya mengancam akan inspeksi mendadak (sidak) di jembatan timbang yang rawan terjadi pungli. Bila masalah ini dibiarkan, justru merugikan pendapatan daerah.<br />
<span id="more-7"></span></p>
<p>“Perda (peraturan daerah) tentang kendaraan yang melebihi kapasitas itu kan sudah diterapkan. Ini harus dijadikan rujukan. Kalau ada yang melanggar, berikan tindakan. Jangan justru membiarkan masuk kota,”tandasnya. Para pengendara juga harus mengetahui aturan baru, yakni tidak ada lagi penarikan retribusi di jembatan timbang. Karena itu, bila ada oknum petugas yang masih memungut, dia mengimbau segera melaporkannya.</p>
<p>Selain itu, Komisi D mendesak Dishub memperketat aturan mengenai angkutan umum yang wajib masuk ke terminal resmi. Alasannya, masih banyak kendaraan memilih memuat dan menurunkan penumpang di pangkalan bayangan. Padahal, sesuai aturan, semua angkutan umum,baik angkutan antarkota dan antarprovinsi (AKAP), maupun angkutan kota dalam provinsi (AKDP) diwajibkan masuk terminal. “Adanya pangkalan liar ini harus diberikan tindakan”.</p>
<p>“Bagaimana mau menambah pendapatan daerah kalau banyak pangkalan liar. Dishub harus berkoordinasi aparat kepolisian menangani masalah ini,”papar dia. Adapun kinerja Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur A Sulthan di evaluasi. Hanya, Komisi D meminta laporan tertulis mengenai pencapaiannya karena jawaban yang diberikan secara lisan dianggap belum lengkap.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dishub Kota Makassar Chairul Andi Tau mengaku, terminal bayangan yang selama ini banyak menuai sorotan sudah ditertibkan tim yang dibentuk khusus, terutama di sekitar Terminal Regional Daya. “Ada tim yang bertugas setiap hari mengawasi pangkalan liar. Jadi semua angkutan umum itu sudah masuk ke terminal,” pungkasnya. Demikian catatan online <a href="http://amane.blogdetik.com/">Amane</a> yang berjudul Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2011/07/23/dewan-perwakilan-rakyat-daerah-dprd-sulsel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Suasana duka</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2011/01/18/suasana-duka/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2011/01/18/suasana-duka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 03:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amane.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Suasana duka menyelimuti kampung nelayan Rangas,Kecamatan Banggae Kabupaten Majene,Sulbar.Salah satu dari mereka belum kembali ke keluarganya padahal tiga saudaranya telah pulang.
Mereka adalah Abdullah, Alimuddin, Hamzah, dan Arifuddin berangkat dalam satu kapal nelayan berukuran sedang. Abdullah, 40, menghilang bersama sampannya di tengah laut saat memancing ikan.Istrinya,Suryati, dan enam orang anaknya menanti kedatangan Abdullah mesti tidak pasti.Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Suasana duka" href="http://amane.blogdetik.com/2011/01/18/suasana-duka/" target="_self">Suasana duka</a> menyelimuti kampung nelayan Rangas,Kecamatan Banggae Kabupaten Majene,Sulbar.Salah satu dari mereka belum kembali ke keluarganya padahal tiga saudaranya telah pulang.<br />
<span id="more-6"></span>Mereka adalah Abdullah, Alimuddin, Hamzah, dan Arifuddin berangkat dalam satu kapal nelayan berukuran sedang. Abdullah, 40, menghilang bersama sampannya di tengah laut saat memancing ikan.Istrinya,Suryati, dan enam orang anaknya menanti kedatangan Abdullah mesti tidak pasti.Menurut adik korban, Hamzah, kapal Abdullah meninggalkan Rangas bersama tiga kapal lainnya pada hari Kamis pekan lalu. Setiap kapal memiliki satu sampan.Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam atau 50 mil dari pantai,mereka menambatkan jangkar di perairan Baturoro. Wilayah laut yang pernah menenggelamkan Kapal Motor Teratai Prima dan Adam Air.</p>
<p>Masing-masing kapal kemudian menurunkan sampannya untuk menangkap ikan Cakalang.Sekitar pukul 21.30 WITA, sampan yang dinaiki Abdullah tidak tampak.“ Saya tidak melihat Abdullah yang sebelumnya berada di depan. Tapi saya tidak mengira ia menghilang. Saya hanya berpikir ia pindah ke tempat lain yang lebih banyak ikannya,” tutur Hamzah kepada SINDOkemarin. Dua jam memancing di atas sampan, semua awak kembali ke kapal,kecuali Abdullah.Malam itu juga, tim yang terdiri dari empat kapal dan 16 awak kapal melakukan pencarian.Teknik pencarian menyusuri laut sesuai arah arus malam itu yang mengarah ke daerah perairan Mamuju.</p>
<p>Demikian seterusnya dilakukan bolak balik sepanjang 10 mil.Tapi Abdullah seakan ditelan laut bersama sampannya, tanpa bekas. Karena sudah kehabisan bekal, tenaga terkuras dan tangki bahan bakar mesin Katinting sudah mendekati level minus,mereka terpaksa kembali ke Rangas tanpa hasil. Hingga kemarin, pencarian terus dilakukan. Hampir semua kapal nelayan warga Rangas turun ke laut untuk mencari ayah dari enam orang anak ini. Upaya pencarian terhadap nelayan warga Rangas Timur yang hilang ini tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Pihak keluarga hanya berharap Abdullah ditemukan oleh nelayan lain yang sedang berjuang di laut.</p>
<p>“Tidak ada bantuan dari pemerintah. Tapi mudah-mudahan ada yang temukan, karena saat ini masih banyak nelayan baik dari Majene maupun dari daerah lain yang masih berada di laut mencari ikan,” kata Muh Sahidi warga Rangas Timur yang juga sepupu korban. Menurut Sahidi, peristiwa itu tidak dilaporkan ke Syahbandar karena dianggap sia-sia belaka. Pada kejadian yang lalu yang juga menimpa Abdullah dilaporkan ke Syahbandar tapi tidak ada juga bantuan yang dikerahkan.“Abdullah setahun lalu juga ditabrak kapal di tengah laut. Ia ditemukan KRI dan dilabuhkan di Parepare, baru dibawa ke Majene,”ungkap Saidi.</p>
<p>Kepala Unit Pelaksana Pelapuhan (UPP) Abbas membantah jika pihaknya tidak merespons setiap laporan kecelakaan laut di wilayahnya. Terkait kejadian yang menimpa nelayan Rangas tersebut, dia bahkan baru mengetahuinya.“Wah tidak benar itu,semua laporan masuk itu kita tindak lanjuti,”kata Abbas di kantornya kemarin. Menurut dia,laporan mengenai kecelakaan di laut tidak usah dipaksakan melapor ke kantor setelah menerima laporan,kata Abbas, pihaknya tidak serta merta turun ke laut melakukan pencarian dan penyelamatan. Namun harus mempertimbangkan cuaca dan posisi korban.Pertimbangan itu dibutuhkan untuk melihat kemampuan UPP dalam bertindak, termasuk kemampuan fasilitas yang dimiliki.</p>
<p>Korbantenggelamjugaterjadidi Desa Baurung,Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Polman). Ihsan Maulana,23,yang sedang berenang di tengah derasnya ombak,belum ditemukan hingga kemarin. Salah seorang Petugas SAR Unhas Makassar, Nur Syamsiah, membenarkan adanya warga tenggelam.Timnya hingga saat ini masih menyusuri pantai Campalagian.“ Tim masih melakukan pencarian. Namun korban belum juga ditemukan. Kami dibantu oleh Basarda Sulbar,” kata Nur melalui telepon kemarin. Demikian catatan online <a title="Amane" href="http://amane.blogdetik.com/" target="_self">Amane</a> tentang Suasana duka.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2011/01/18/suasana-duka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>siswi Sekolah Menengah Kejuruan</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2011/01/03/siswi-sekolah-menengah-kejuruan/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2011/01/03/siswi-sekolah-menengah-kejuruan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 18:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amane.blogdetik.com/2011/01/03/siswi-sekolah-menengah-kejuruan/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mega Rezky Makassar bernama Megawati, 16, tewas ditikam setelah merayakan malam Tahun Baru.

Korban ditikam seorang pemuda yang sedang mabuk bernama Ulil Amri Manalu, 26, pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum Mamuju di Kompleks Minasa Upa,dini hari kemarin. Megawati yang baru duduk di kelas II [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mega Rezky Makassar bernama Megawati, 16, tewas ditikam setelah merayakan malam Tahun Baru.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Korban ditikam seorang pemuda yang sedang mabuk bernama Ulil Amri Manalu, 26, pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum Mamuju di Kompleks Minasa Upa,dini hari kemarin. Megawati yang baru duduk di kelas II mengalami luka tusuk di dada kiri dan di tangan kanannya.Siswi yang masih praktik di Rumah Sakit (RS) Islam Faisal ini sempat dilarikan ke RS Grestelina di Jalan Hertasning, guna mendapatkan pertolongan. Namun, beberapa saat dia meregang nyawa karena luka tusukan sedalam tiga sentimeter dan lebar lima sentimeter diperkirakan menembus jantungnya. Setelah kejadian itu, rekan-rekan korban melaporkan ke Polsekta Rappocini. Tak lama kemudian, polisi menangkap Ulil Amri Manalu di rumahnya di Minasa Upa.Pemuda ini diduga kuat sebagai pelaku penusukan.</p>
<p>Polisi juga menangkap satu rekan pelaku penusukan, Asril, 21, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro Makassar. Kedua pemuda itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain kedua tersangka, polisi juga memintai kesaksian Tri Manalu, adik tersangka, yang juga siswa BP2IP Barombong.Tri Manalu dimintai keterangan karena ikut berpesta minuman keras bersama dua tersangka lainnya, sementara tiga rekannya yang lain masih dalam pengejaran polisi. Kanit Reskrim Polresta Rappocini Iptu Eko Yusmiarto mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP dan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Ayah korban,Jumain,42,ketika ditemui di rumah duka,masih tampak shock.Terakhir kali anak bungsu dari dua bersaudara ini pamit hendak ke RS Faisal Makassar untuk praktik malam.</p>
<p>Siswi ini memang menjalani program praktik di RS tersebut. &#8220;Saya yang mengantar anak ini ke RS sekitar pukul 20.00 Wita karena dia praktik malam dan pulang pagi Jam 09.00 Wita,&#8221; ujar dia saat ditemui di rumah duka di Jalan Batua Raya 10 No 197,kemarin. Namun, saat tiba di RS, dia menemukan anak kesayangannya ini telah meninggal.“Saya baru dapat kabar dari teman bahwa anak ini ada di RS Bhayangkara,”tuturnya. Buruh harian ini berharap, pelaku pembunuhan ini diganjar dengan hukuman seberat-beratnya Dari informasi yang dihimpun, peristiwa penusukan itu terjadi ketika korban bersama 10 temannya melintas di Jalan Kompleks Minasa Upa, menggunakan mobil Kijang. Mereka baru pulang merayakan malam pergantian tahun di Pantai Losari. Rencananya, mereka hendak menuju rumah Riki di BTN Minasa Upa Blok AB.</p>
<p>Namun,mereka singgah ke warung untuk membeli air mineral dan tidak jauh dari warung ada sekelompok pemuda sedang pesta minuman keras.Lalu mobil mereka didatangi Asril,seorang pemuda yang sedang pesta minuman keras dan sempat bersitegang dengan Ruli. &#8220;Teman korban bernama Ruli yang bawa mobil berteriak palukka (pencuri). Saya tersinggung diteriaki pencuri karena tidak ada orang lain di sekitar situ,&#8221; kata mahasiswa Jurusan Manajemen STIM Nitro Makassar ini. Beberapa saat kemudian, tersangka utama Ulil ikut mendatangi mobil tersebut dan menikam Megawati menggunakan pisau lipat. &#8220;Saya ambil pisau lipat di dalam rumah.Lalu saya menikam korban yang sudah ada di dalam mobil,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ulil mengaku sedang pesta minuman keras menyambut pergantian Tahun Baru bersama lima rekannya sekitar pukul 24.00 Wita.Bersama rekannya,dia minum minuman beralkohol berupa anggur dan bir. Namun, saat melakukan perbuatannya, dia mengaku sadar.Bahkan setelah menikam korban, Ulil sempat membuang pisau lipat yang digunakan menikam. &#8220;Saya panik setelah menusuk dua kali, saya buang pisau itu,&#8221; ucap pemuda yang mengaku sudah tiga tahun jadi tenaga honorer Dinas PU Mamuju. Sementara itu, gara-gara pesta kembang api malam pergantian tahun, sebuah rumah di Jalan Bunga Ejaya,Kecamatan Bontoala,terbakar dini hari kemarin.</p>
<p>Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30 Wita, saat sejumlah warga larut dalam pesta kembang api. Informasi yang dihimpun menyebutkan, bunga api mengenai kapuk yang digunakan sebagai bahan membuat kasur. Benda yang mudah terbakar ini terkena percikan api kembang api.Kapuk ini disimpan di dalam gudang rumah.Belum diketahui total kerugian yang dialami penjual kasur ini. </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2011/01/03/siswi-sekolah-menengah-kejuruan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tiga opsi</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2010/11/17/tiga-opsi/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2010/11/17/tiga-opsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 18:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[tiga opsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amane.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Pengupahan (DP) Sulsel menawarkan tiga opsi untuk disetujui menjadi upah minimum provinsi (UMP) Sulsel 2011 kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dan support untuk Eye Eagle News.

Ketiga opsi tersebut adalah Rp1.040.000, sedangkan opsi kedua Rp1.200.000 dan opsi ketiga Rp1.070.000. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Latunreng yang menjadi wakil pengusaha di Dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Pengupahan (DP) Sulsel menawarkan tiga opsi untuk disetujui menjadi upah minimum provinsi (UMP) Sulsel 2011 kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dan support untuk <a title="Eye Eagle News" href="http://eyeeagle.com/" target="_blank">Eye Eagle News</a>.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Ketiga opsi tersebut adalah Rp1.040.000, sedangkan opsi kedua Rp1.200.000 dan opsi ketiga Rp1.070.000. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Latunreng yang menjadi wakil pengusaha di Dewan Pengupahan Sulsel mengatakan, ketiga opsi tersebut akan diserahkan ke Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk disahkan sebagai UMP. Latunreng berharap Gubernur memilih opsi UMP Rp1.040.000. Jumlah tersebut sangat ideal dan tidak memberatkan pengusaha. “Kami berharap Gubernur bisa memilih opsi yang ditawarkan,yakni Rp1.040.000,karena nilainya sangat ideal,”paparnya.</p>
<p>Jika gubernur nanti mengesahkan opsi UMP Rp1.200.000 seperti yang diinginkan wakil buruh tentu sangat memberatkan pengusaha. “Yang harus dipertimbangkan adalah iklim investasi di Sulsel karena gaji adalah bagian dari cost,” katanya. UMP hanyalah jaring sebagai standar pemberian upah.Selain UMP, perusahaan juga masih punya kewajiban lain, seperti insentif, jika karyawannya berprestasi.“ Kenapa yang harus dipersoalkan UMP.Kami menilai itu tidak tepat,” ujarnya. Dia meminta aliansi buruh secepatnya mendesak Pemkot Makassar membentuk Dewan Pengupahan Kota Makassar.</p>
<p>“Seharusnya mereka menuntut pembentukan dewan pengupahan di kota karena akan dilihat sebenarnya berapa nilai kehidupan hidup layak di Makassar,”tandasnya. Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengupahan Sulsel Ruslan mengakui penentuan UMP Sulsel 2011 yang dibahas kemarin,nyaris deadlock.Pasalnya,masing-masing pihak, baik pengusaha maupun buruh, ngotot dengan angka yang ditawarkan.“Biasanya kami membawa satu angka kepada Pak Gubernur. Kemarin tidak ada kesepakatan, dengan terpaksa kami membuat opsi seperti ini,”katanya.</p>
<p>Angka-angka yang ditawarkan masing-masing pihak dengan hitungan sendiri-sendiri. Pengusaha menghitung berdasarkan cost perusahaan, sedangkan buruh menghitung berdasarkan kebutuhan hidup layak yang disurvei.“Temanteman buruh punya hitungan,begitu juga pengusaha. Kemarin masing- masing pihak sudah tanda tangan dengan tawaran masing-masing,” paparnya. Nantinya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan memutuskan nilai UMP, setelah meminta masukan dan telaah dari ahli maupun pihak- pihak terkait.“UMP yang akan disahkan Pak Gubernur, tentu saja diharapkan tidak akan berdampak buruk terhadap iklim investasi,termasuk untuk buruh,” ujarnya kemarin.</p>
<p>Ruslan menjelaskan,pihaknya dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan sudah membuat surat rekomendasi untuk diserahkan ke gubernur terkait opsi tersebut.Paling lambat akhir pekan ini UMP Sulsel sudah disahkan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2010/11/17/tiga-opsi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mamuju Utara Butuh &#8220;Sengatan&#8221; Listrik</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2010/10/10/mamuju-utara-butuh-sengatan-listrik/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2010/10/10/mamuju-utara-butuh-sengatan-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 19:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Mamuju Utara Butuh "Sengatan" Listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amane.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Tidak memadainya listrik yang ada di Kabupaten  Mamuju Utara atau Matra , Provinsi Sulawesi Barat , menjadi salah satu penghambat pembangunan yang ada di wilayah itu, kata Bupati Kabupaten Matra, Agus Ambo Djiwa, di Mamuju, Sabtu (9/10/2010).
Dia mengatakan, Pemkab Matra dalam membangun wilayahnya sejak dimekarkan dari kabupaten induknya yakni Kabupaten Mamuju tahun 2003 selalu terbentur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak memadainya listrik yang ada di Kabupaten  Mamuju Utara atau Matra , Provinsi Sulawesi Barat , menjadi salah satu penghambat pembangunan yang ada di wilayah itu, kata Bupati Kabupaten Matra, Agus Ambo Djiwa, di Mamuju, Sabtu (9/10/2010).</p>
<p>Dia mengatakan, Pemkab Matra dalam membangun wilayahnya sejak dimekarkan dari kabupaten induknya yakni Kabupaten Mamuju tahun 2003 selalu terbentur dengan tidak memadainya sarana listrik yang dimiliki.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Ia mengatakan, listrik di Matra hanya beroperasi selama 12 jam sehingga sulit dalam mendongkrak perekonomian yang ada di wilayah penghasil sawit terbesar di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) itu dengan produksi sekitar, 109.570 ton dan luas areal pengelolaan kelapa sawit seluas 29.982 hektare. &#8220;Investasi di Matra selalu terhambat karena tidak adanya sarana listrik yang dimiliki daerah ini, sehingga daerah Matra masih sangat sulit berkembang,&#8221; kata Agus mantan Wakil Bupati Matra periode periode 2005-2010 ini.</p>
<p>Parahnya lagi adalah sekitar 30 persen masyarakat di Matra belum memiliki listrik dan hanya mengandalkan lampu dengan berbahan bakar minyak tanah yakni petromaks.</p>
<p>Oleh karena itu Agus yang baru menjabat empat hari sebagai Bupati Kabupaten Matra ini meminta agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan untuk pengadaan sarana listrik agar lebih memadai dan bisa membantu perekonomian daerah khsususnya bagi pelaku usaha, dan agar masyarakat dapat lebih bisa dinikmati sarana listrik.</p>
<p>&#8220;Tidak ada kebutuhan lain yang prioritas selain listrik, untuk membangun ekonomi daerah ini, karena sangat menghambat perekonomian disamping juga akan membantu masyarakat dalam melakukan aktivitasnya,&#8221;katanya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2010/10/10/mamuju-utara-butuh-sengatan-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://amane.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/</link>
		<comments>http://amane.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amane.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.422 seconds -->

